Ulama tasauf mengibaratkan kehidupan dunia ini ibarat seseorang yang sedang dikejar oleh seekor harimau, kemudian ia masuk kedalam sebuah sumur dengan memegang seutas tali dan bergelantungan pada sebuah pohon yang berada didekat sumur tersebut. ternyata didalam sumur terdapat dua ekor buaya yang siap menerkamnya. Ketika ia lapar lewatlah segerombolan lebah yang sedang membuat sarangnya tepat diatas pohon dimana ia bergelantungan. ia mendapatkan tetesan madu dari sarang lebah tersebut. Ketika ia sudah sedikit merasa lega datanglah dua ekor tikus yang satunya berwarna putih dan lainnya berwarna hitam menggerogoti tali tempat ia menopang tubuhnya. Ia kembali panik merasa bahwa kehidupannya akan segera berakhir, kemudian menetes lagi madu yang sangat lezat sehingga membuat ia lupa bahwa tali tersebut akan segera putus. Hal itu terjadi terus menerus, sampai ketika ia sadar bahwa dirinya sedang meluncur kedalam sumur tersebut dan akan segera disambut oleh dua ekor buaya.
Tikus hitam dan putih diibaratkan sebagai waktu yaitu siang dan malam yang berupa kesempatan yang diberikan oleh Allah untuk diisi dengan keikhlasan, ibadah mentauhidkan-Nya, dan amalan yang bertujuan mengharapkan ridha-Nya dengan tidak mengabaikan kehidupan kita di dunia. Semua ini akan berakhir tatkala nyawa –tali- diambil kembali oleh-Nya dengan perantara malaikat maut yang dianalogikan sebagai harimau dalam kisah diatas.
sebagaimana Firman Allah dalam surat Al- Jum’ah ayat 8,
” sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya , maka sesungguhnya kematian itu akan menemuimu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata bedakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.
sumur diibaratkan sebagai kubur yang akan menjadi tempat perhentian akhir sebelum memasuki kehidupan abadi di akahirat. Dan dua ekor buaya diartikan sebagai malaikat mungkar dan nangkir.
Firman Allah dalam surat At -Takatsur ayat 1 dan 2:
“bermegah – megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur”.
dalam surat An-Naml ayat 67 Allah berfirman,
“Berkatalah orang – orang yang kafir: ” apakah setelah kita menjadi tanah dan begitu pula bapak – bapak kita, apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan dari kubur ?”